Tampilkan postingan dengan label Puisi: M3 Syafaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi: M3 Syafaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Hukuman Koruptor



Apakah biasa?
Koruptor bebas
Koruptor dihukum ringan
Koruptor berlarian
Mungkin tak biasa

Tapi ini Indonesia
Koruptor seperti maling
Maling seperti koruptor
Semua terbalik
Hukum alam tak berlaku

Koruptor
Dipenjara bisa lepas
Sanksi uang tak masalah
Hukuman apa untukmu
Yang pantas untukmu

Aku mungkin bukan praktisi hukum
Aku juga bukan ahli hukum
Apalagi seorang pengacara
Aku hanya rakyat biasa
Inginkan perubahan

Koruptor tak layak dipenjara
Koruptor tak layak didenda
Koruptor layak dihukum mati
Cepat bunuh mereka
Jangan sampai merebak
Cepat bunuh mereka
Tumpas hingga akarnya
Cepat basmi, cepat bunuh, cepat hancurkan


Di Tengah Surga dan Neraka

Negeri ini bak surga
 Keindahannya luar biasa
Tak satupun bisa mengelak
Semua terkesima

Tapi koruptor mulai merusak
Hancurkan negeri yang indah
Rakyat pun mulai ikutan
Anarkis penolakan
Mebuat indah menjadi tak elok dipandang

Kini Kita berada di dua dunia
Antara surga dan neraka
Di tengah indah dan buruk
Semua bercampur dengan kesenangan
Semua bercampur dengan kesedihan

Alangkah bodohnya Kita
Biarkan negeri yang indah
Tercampur tinta hitam yang kasar
Betapa bodohnya Kita
Kita hancurkan negeri Kita sendiri
Kita memeng teramat bodoh

Terbanglah Garuda

Garudaku
Sayapmu masih utuh
Jangan hanya tidur
Jangan hanya melamun
Cepatlah bangun
Kepakkan sayapmu
Angkatlah kakimu
Jangan hanya menengok ke kanan
Hadapkan wajahmu ke atas
Penuh dengan percaya diri
Hadapi kokohnya langit
Hadapi semua rintangan
Terbanglah garuda
Jangan biarkan sayapmu termakan kutu
Jangan biarkan sayapmu penuh debu
Aku generasimu
Aku yakin kepadamu
Engkau mampu terbang tinggi
Di atas langit khatulistiwa
Ceptlah terbang
Garudaku

Negeri Tersakiti

Negeri ini tak pernah bahagia
Negeri ini selalu tersakiti
Negeri ini selalu menangis
Air matanya hingga memerah

Korupsi tak pernah habis
Koruptor menjadi dewa
Bisa pergi kemana saja
Bisa kebal oleh hukum

Negeri ini selalu tersakiti
Negeri ini tak pernah tersenyum
Negeri seperti hilang
Hanya rintihan yang terdengar

Tangisan rakyat hal biasa
Cinta dapat dibeli
Orang miskin seperti budak
Dianggap tak berguna
Di negeri tersakiti ini

Bendera Setengah Tiang

Negeri ini diselimuti awan hitam
Tak pernah cerah
Tak pernah bersinar
Negeri ini penuh dengan duka
Lara tak pernah usai
Penyesalan selalu dating
Negeri ini memang suram
Benderapun hanya setengah tiang
Sang saka malu-malu
Untuk menghiasi langit negeri ini
Bendera Kita tersumbat benalu
Tak pernah bisa terbang tinggi
Bendera kita selalu berduka
Melihat negeri ini tak pernah damai
Benderaku hanya setengah tiang
Setiap hari tak pernah damai
Setiap hari tak pernah ceria